Hari Kelima: Five Things That Irritate You About the Opposite Sex/ Same Sex

Pertama, orang yang memakai baju tidak sewajarnya. Saya seorang visual. Hal yang selalu saya perhatikan saat bertemu seseorang adalah penampilannya. Sebenarnya saya pun tidak mau seperti itu, tapi itu sudah menjadi kebiasaan. Well, guess I have to start to change my habit.

Kedua, orang yang buang ingus di meja makan. Sepertinya hal ini sudah sangat jelas tidak sopan, tapi kadang masih banyak orang yang melakukan itu. Ah, it annoys me so much.

Ketiga, orang yang makan dan mulutnya bersuara.

Keempat, orang yang pelit.

Kelima, orang yang tidak bisa bersikap sopan santun.

Advertisements

Hari Kedua: How Have You Changed in the Past 2 Years?

Saya yang sekarang dan saya dua tahun lalu. Dua tahun yang lalu saya seorang mahasiswa semester 6 yang sibuk mencari tempat untuk Praktek Kerja Lapangan. Dua tahun yang lalu saya masih berusia 21. Belum merasakan yang namanya kegalauan yang saya rasakan saat ini. Dulu, saya masih belum memperhatikan penampilan saya. Sering saya datang ke kampus dengan hanya bermodalkan kaos, jeans, sepatu kets dan tas punggung. Kadang suka malu sendiri jika saya mengingat saya yang dulu. Sepertinya hormon testoteron saya lebih banyak ketimbang hormon estrogen saya.

Sekarang? Sisi kewanitaan saya meningkat. Entah ini pengaruh karena ada sosok pria yang akan menjadi pasangan seumur hidup saya atau memang ini pengaruh usia saya yang membuat sisi kewanitaan saya muncul. Sekarang saya butuh waktu minimal satu jam sebelum akhirnya saya menyatakan siap untuk keluar rumah. Dulu? Hanya butuh waktu 15 menit untuk saya bersiap-siap. Sekarang saya jauh lebih sensitif. Can I blame it on PMS? Saya selalu menggunakan alasan itu disaat saya sedang menjadi sosok sensitif yang senang uring-uringan.

Usia saya sekarang 23. Di usia 21, saya tidak pernah membayangkan hidup saya akan menjadi seperti hidup saya yang sekarang. Pertama, saya tidak pernah membayangkan saya mendapatkan pekerjaan yang membuat impian saya menemukan titik terang, menjadi seorang wanita yang kelak dapat bekerja di rumah sambil membesarkan anak di rumah. Ibu Rumah Tangga, itu mimpi saya. Saya ingin menjadi sosok seperti ibu saya, yang memberikan seluruh kasih sayangnya kepada anak-anaknya di rumah. Saya posesif, saya tidak mau anak saya dirawat oleh orang lain.

Kedua, saya mempunyai usaha online sekarang. Itu bukan suatu hal yang berani saya pikirkan 2 tahun yang lalu. Jangankan usaha online, dulu saya melabeli diri saya sebagai orang yang tidak bisa memasarkan apa pun. Dan voila, sekarang saya memiliki usaha online. Rencana Tuhan memang tidak pernah bisa ditebak. Tuhan tahu apa yang terbaik untuk umatnya.

Ketiga, dulu, dulu sekali saya selalu berpikir untuk menikah di usia 23. Namun, di usia 21 saya mulai berpikir itu tidak mungkin. Entah, saya berpikir pasti saya menikah diatas usia 25 seperti yang lain. Sampai akhirnya di akhir tahun 2012, saya mulai memberanikan diri untuk yakin bahwa saya bisa menikah tahun ini, atau paling tidak bertemu dengan sosok yang nantinya akan menghabiskan waktu seumur hidupnya bersama saya. Dan Tuhan menjawabnya. Then I met him, the man who’ll be the father of my children. Bismillah semua akan berjalan sesuai dengan lancar, walau pun masih banyak anak tangga yang harus kami lewati. Tapi saya yakin, dia yakin, semua akan indah pada waktunya. Tugas kamu adalah berusaha dengan semua yang kami miliki dan biarkan Tuhan yang memberikan hasilnya kepada kami.

Keempat, saya sudah tidak perlu merengek meminta uang kepada orangtua. Dua tahun yang lalu, saya masih seorang anak perempuan yang selalu meminta, meminta dan meminta. Sekarang, alhamdulillah saya tidak perlu lagi meminta kepada orangtua saya. Dan itu rasanya sangat menyenangkan.

Kelima, sekarang saya bersama teman-teman saya bersama-sama membangun Rumah Belajar Kita. Tempat kami mengajar anak-anak yatim setiap Hari Minggu. Dua tahun lalu, jangankan mengajar anak yatim, untuk mengajar yang menghasilkan uang pun saya tidak begitu suka. Dua tahun yang lalu, yang saya lakukan hanyalah main, main dan main. Saya malu.

Well, saya rasa banyak hal yang berubah pada diri saya. Saya yang sekarang adalah sama dengan saya dua tahun lalu. Bedanya, saya yang sekarang bisa belajar dari saya yang dua tahun lalu dan berusaha tidak melakukan kesalahan-kesalahan yang saya lakukan disaat saya berusia 21 tahun. Semoga 2 tahun lagi saya juga bisa belajar dari saya yang berusia 23 tahun. Ja!

Hari Pertama: Weird Things You Do When You’re Alone

Hari pertama. Hal Aneh yang Kamu Lakukan Saat Kamu Sendirian.

Ini project tantangan menulis dalam 30 hari. Agak sok sebenarnya. Memang menurut saya ini tantangan, tantangan melawan kemalasan diri saya sendiri. Hmm. Topik pertama agak sedikit menjebak. Hal aneh yang saya lakukan saat saya sendiri, well, saya tidak tahu ini hal aneh atau bukan, tapi banyak hal yang sering saya lakukan saat saya sendiri.

Pertama, saya suka melamun. Ya, melamun dan kemudian merangkai mimpi. Mulai berpikir apa yang akan saya lakukan untuk besok, satu minggu kedepan, satu tahun kedepan. Membayangkan bagaimana seharusnya saya membesarkan anak saya nanti. Rencana ini itu ini itu. Saya termasuk orang yang suka bermimpi, maklum saya berzodiak Pisces. Seorang pemimpi yang melankolis. Cocok. Hidup dalam dunia mimpi.

Kedua, saya suka menulis di buku catatan saya. You can call me the old-fashioned one, but yeah, I like to write my thoughts on papers. Semua doa saya, mimpi saya, perasaan saya tertulis dibuku biru yang selalu saya bawa kemana saja. Kata ibu saya, untuk tahu apa yang ada didalam hati saya, curi saya buku biru itu dari saya. My heart is in that book. Saya suka menulis resolusi, walaupun saya bukan seseorang yang ambisius. Saya percaya, mimpi itu bisa jadi nyata saat diawali dengan tangan yang menulis impian itu. Dan tahun ini, alhamdulillah ada beberapa daftar resolusi yang  sudah saya centang. Manis rasanya.

Ketiga, mengunduh foto-foto dari tumblr, pinterest atau mana saja. Saya suka menyimpan foto-foto, apa saja. Paling sering foto-foto yang ada kalimat-kalimat motivasinya. Akhir-akhir ini saya kecanduan pinterest. Dan terpaku pada satu kategori di pinterest. Ya, itu. Itu. Satu lagi, saya suka menyimpan foto-foto bunga. Entah karena saya terobsesi ingin punya taman bunga atau memang ini efek melankolis romantis dari seseorang yang tidak romantis macam saya. Entah.

Apalagi ya? Dari tiga hal diatas sepertinya semua normal saya. Ya, sepertinya saya hanya manusia normal yang suka melakukan hal normal. Baiklah, Selamat Bulan Juni! Semoga Bulan Juni saya menyenangkan, seperti Bulan Mei saya tahun ini. Ja!