Bersabarlah kamu.

“Dan bersabarlah dalam menunggu ketetapan Tuhanmu, maka sesungguhnya kamu berada dalam penglihatan Kami, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu ketika kamu bangun berdiri.” QS. At Thuur: 48

Bersabarlah. Tuhan sudah meminta kita untuk bersabar dalam menunggu ketetapanNya. Jangan takut Tuhan salah menetapkan. Jangan tergesa-gesa ingin tahu takdir apa yang akan ditetapkan untuk kita. Semua ada waktunya. Hanya Tuhan yang memiliki hak istimewa untuk mengetahui apa-apa yang telah ditakdirkan untuk kita. Sementara menunggu, dekatkan diri dengan Tuhan. Selalu sebut namaNya. Hadirkan Tuhan disetiap detik yang berjalan dalam hidup kita. Penantian kita akan terasa menyenangkan.

Banyak yang kita tunggu dan tidak jarang kita berharap hal tersebut segera datang.  Bersabarlah. Nikmati saja setiap menit yang sedang kita jalani. Kita hidup untuk saat ini, bukan di masa lalu atau masa depan. Seseorang yang hidup di masa lalu, hanya akan berjalan di tempat. Misalnya, dulu kita memiliki banyak harta, hidup menyenangkan, bisa mendapatkan apa pun yang kita inginkan. Namun kenyataannya, keadaan kita tidak semenyenangkan masa lalu dan kita memilih untuk tetap terjebak dalam masa lalu. Pahit. Bukan hal yang mustahil kita menjadi seseorang yang kufur nikmat. Selalu berkata, “Seandainya saya masih punya banyak harta seperti dulu. Coba sekarang seperti dulu, semua orang baik kepada saya..” Dan kata-kata seandainya. There are too many what ifs. 

Bagaimana jika kita menjadi seseorang yang hidup di masa depan? Akan ada banyak hal yang akan terlewatkan oleh kita. Banyak menit yang tidak kita nikmati. Setiap detik, menit, jam, hari, kita habiskan untuk menerka-nerka. Apa yang akan terjadi pada kita tahun depan, dua tahun lagi, sepuluh tahun lagi dan sampai akhirnya kita baru sadar, sudah banyak hari yang kita lewati untuk menerka-nerka apa yang akan terjadi nanti. Banyak yang terlupa, orangtua kita, saudara kita, sahabat kita. Entah.

Jodoh? Rezeki? Kematian? Hanya Tuhan yang tahu. Janganlah sekali-kali kita mendesak Tuhan untuk mempercepat datangnya semua itu sebelum waktunya. Mungkin menyenangkan jika kita tahu siapa jodoh kita atau bagaimana rezeki kita dalam setahun ke depan, atau 10 tahun ke depan. Tapi apa kita sudah siap jika seandainya yang diberitahukan kepada kita adalah kapan nyawa kita diminta kembali oleh Sang Pencipta? Apa ‘ndak kelimpungan kalau kita diberitahu bahwa malaikat Izrail akan menarik ruh kita besok siang setelah azan zuhur?

Saat masih belum bersekolah, kita pasti tidak sabar ingin bersekolah saat melihat tetangga kita dengan senyuman lebar berjalan keluar rumah setiap pagi untuk belajar di bangku pendidikan. Begitu bersemangatnya kita, tidak sabar menunggu kita sampai di posisi itu. Saat mulai mengenakan seragam merah putih, kita sangat ingin cepat-cepat lulus agar bisa segera memakai seragam putih biru. Yang katanya menandakan kita sudah mulai remaja jika sudah berpakaian putih biru dengan badge OSIS berwarna kuning di kantong kemeja sebelah kiri. Mulai baligh.

Dan saat kita sudah masuk di Sekolah Menengah Pertama, kita dibuai oleh media yang menggambarkan masa-masa di Sekolah Menengah Atas adalah masa yang paling indah. Well, menurut pribadi saya, ya, SMA merupakan masa disaat saya banyak belajar tentang persahabatan. Well, let skip that. Saat SMP, rasanya wah sekali bila melihat kakak-kakak SMA berbaju putih abu-abu. Tampak gagah, bahagia, dewasa. Dan begitu seterusnya, sampai kita kuliah, lulus, bekerja, menikah, memiliki anak dan membuat satu siklus kehidupan. Tapi apa ada dari kita yang penasaran dan semangat ingin mencoba bagaimana rasanya mati disaat kita melihat orang lain yang lebih dahulu dipanggil untuk menghadap Yang Kuasa? Muncul rasa tidak sabar untuk segera menyusul seperti saat kita melihat kakak kita yang baru saja masuk Sekolah Menengah Atas? Adakah?

Sudahlah. Belajarlah menikmati apa yang sedang kita jalani sekarang. Tidak perlu terburu-buru, ingat, ada bisikan syaitan didalam suatu hal yang diburu-buru.  Try to enjoy the journey. Look around you. Be grateful. Be patient. Tuhan tidak menciptakan bumi ini dengan terburu-buru. Begitu juga saat Tuhan menciptakan kita. Bumi bukanlah satu hal yang diciptakan dalam satu malam. Ada banyak keindahan yang disusun oleh Tuhan untuk kita. Biarkan Tuhan menyiapkan hadiah yang terindah untuk kita di waktu yang tepat. Bersabarlah menunggu semua keputusan Tuhan untuk kita.

Tapi jangan salah arti, bersabar itu bukan berarti duduk diam pasrah dan tidak melakukan apa-apa. Bersabar itu tetap berusaha dan terus berusaha, tanpa rasa lelah, rasa lesu, patah semangat. pupus harapan. Bukankah Tuhan menyukai umatnya yang mau terus berusaha dan berserah diri kepadaNya?

Ilmu sabar itu adalah ilmu yang tidak ada batasnya. Kurang tepat jika ada yang mengatakan sabar itu ada batasnya. Sabar adalah ilmu yang harus kita pelajari sampai nanti Tuhan meminta Malaikat Izrail untuk mencabut ruh kita dari raga kita. Terus bersabar. Manusia saja suka dengan orang-orang yang mau bersabar. Apalagi Tuhan?

Selagi menunggu buah dari kesabaran, lebih baik kita mendekatkan diri kepada Tuhan. Selalu mengingatnya. “So remember Me and I will remember you.” QS Al Baqarah: 152. Menyenangkan bukan jika Tuhan mengingat kita. Sebelum mengingat Tuhan, ada baiknya kita berkenalan dahulu. Tak kenal maka tak sayang kan?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s