Tuhan akan menguji manusia pada titik terlemahnya hingga ia mampu melewatinya. Dan titik itu tidak lagi menjadi titik terlemah.

Dan pun kini. Titik terlemah. Tertohok.

Advertisements

Baru seminggu l…

Baru seminggu lalu saya menulis tentang rindu dan hujan. Dan hari ini tepat seminggu setelahnya aku pun menulis tentang rindu dan hujan. Terima kasih ya Sang Pencipta yang Maha Indah. Aku rindu.

Hujan dan Rindu

IMG-20140312-WA0000
Hujan. Petrichor. Rindu. Rinai. Sendu.

 

Wahai Sang Pencipta, begitu indahnya Engkau menciptakan hujan. Hujan yang mampu menghadirkan keindahan makhluk-Mu yang lain.

Hujan yang mampu membantu ciptaan-Mu yang lain untuk hidup. Bertahan.

Sang Maha Pengasih, begitu cantiknya Engkau menghadirkan keindahan lewat turunnya hujan.

Atas seizin-Mu.

Duhai Sang Penguasa, begitu hebatnya Kau izinkan hujan untuk membasahi bumi ini.

Meneduhkan hati-hati yang berkecamuk.

Suara rinai hujan. Bersahutan. Menciptakan suara yang begitu indah.

Suara jatuhnya ribuan tetesan air yang bersama-sama. Menyentuh tanah tempat kaki ini berpijak.

Yang membuat telinga ini termanjakan.

Mengagumi keindahan ciptaan-Mu.

Tak hentinya hati ini mengucap syukur.

Betapa kecilnya diri ini, namun Kau berikan anugerah yang teramat besar.

Suara hujan, membangunkan sosok romantis dari setiap jiwa.

Bahkan sebelum sosok hujan datang, angin sebelum datangnya salah satu sumber rezekimu pun sudah membuat jemari gatal untuk menari dan menguntai huruf menjadi kata. Kata menjadi huruf.

Hujan. Membangunkan rasa rindu. Cinta.

Rindu kebersamaan. Rindu bincang yang tercipta sambil menikmati nada-nada yang kau ciptakan lewat suara hujan.

Rindu yang membuat dada ini sesak.

Sesak ingin segera bersujud padaMu untuk segera menyampaikan rasa rindu ini kepadaMu.

Biarkan aku terus memiliki rasa rindu ini. Agar aku bisa mencintai. Dan dicintai.

Biarkan aku mencintaiMu. Biarkan aku mencintai ciptaanMu hanya karena Kau mencintai ciptaanMu.

Biarkan aku membenci ciptaanMu hanya karena Engkau membencinya.

Hanya karena Engkau.

Biarkan rindu ini ada karena aku merindukanMu.

Hujan.

Rindu.

Sang Ibu

Pada dasarnya seorang ibu hanya berharap si anak bisa mendapatkan kebahagiaan.

Walaupun terkadang Beliau harus merasakan luka dan sakit agar si anak bahagia.

Berusaha seadil-adilnya membagi rasa sayang tanpa menyakiti hati anaknya yang lain.

Berusaha menjadi sosok terkuat saat memeluk anaknya yang menangis tersedu tak terbendung,

walaupun didalam hatinya si ibu pun menangis. Rasa sakit si anak, masuk ke dalam diri si ibu.

Terkadang rasa sedih harus ditahan, saat si anak tak mau mendengar ucapannya.

Rasa haru tak bisa disembunyikan saat si anak pulang ke rumah dan memeluknya,

“Bu, aku lulus. Sebentar lagi aku jadi Sarjana.”

Berusaha menutupi rasa lelahnya, rasa letihnya, melalui senyuman dan sentuhannya.

Walaupun terkadang semua itu terlihat jelas di matanya.

Aroma tubuh si Ibu yang mampu menenangkan hati sang anak yang sedang berkecamuk.

Pelukan si Ibu mampu membuat si anak menjadi sangat tenang.

Wajahnya memerah, bibirnya pucat. Namun si ibu masih bisa menyambut anaknya di depan pintu.

“Ibu sakit?”

Sang ibu hanya bisa menggeleng. “Enggak kok. Kamu mandi dulu terus makan ya.” diciumnya pipi sang anak.

Rasa panas terasa saat bibir si ibu menyentuh pipi anaknya. Si anak berusaha tersenyum.

Dadanya berdegup kencang, diciumnya tangan ibunya sambil terus berdoa semoga Tuhan mengangkat penyakit si Ibu.

Si ibu berjalan ke belakang, pergi mengambil air wudhu. Si anak hanya memandangi punggung si ibu yang tak lama hilang dari pandangannya.

“Tuhan, izinkan aku untuk bisa menjadi seorang ibu yang kuat seperti beliau saat aku membesarkan anakku kelak.” Tak terasa air hangat mengalir di pipinya.

Ibu yang kuat. Yang sabar. Yang tidak pernah mengeluhkan sakitnya. Yang selalu mengajarkan rasa syukur atas nikmat dan ujian yang diberikan oleh Tuhan. Ibu yang tidak pernah meminta apa pun, eh, ada yang selalu beliau pinta, si ibu selalu meminta si anak untuk selalu ingat pada Tuhannya. Tanpa pernah lelah mulutnya selalu mengingatkan si anak.

Si anak terdiam. Berdoa dalam sujudnya. Semoga si ibu selalu diberi  kesehatan dan keselamatan dunia dan akhirat.

Rindu

url

 

Hujan, sudah lama kamu tidak mengunjungiku.
Tidak rindukah kamu?
Atau mungkin kamu sudah bosan?
Bosan mendengar ceritaku,
kisah drama dalam hidupku.
Atau cerita hidupku sudah tidak menarik,
sehingga kamu berhenti mengunjungiku.

Bintang, kapan terakhir kali kamu menatapku?
Menemani kesendirianku.
Mendampingi diriku yang sedang berusaha membuat jari-jariku menari.
Aku rindu.
Rindu kerlipan matamu.

Angin, apa kabarmu?
Aku ingin merasakan sentuhan lembutmu lagi.
Di pipiku. Di wajahku.
Sentuhanmu, menenangkan aku.
Seakan berkata semua akan baik-baik saja.

Aku merindukan kalian.
Merindukan kesenduan yang kalian kirimkan kepadaku.
Merindukan pelukan kalian,
yang seolah meyakinkan aku bahwa semua akan baik-baik saja.

Kalian, izinkan aku untuk berterima kasih pada pencipta kalian.
Karena telah menciptakan kalian.
Memberikan kalian didalam kehidupanku.
Mengajarkan manisnya hujan yang membawa berkah bagi umat manusia.
Menitipkan keindahan malam yang gelap melalui indahnya kerlipan-kerlipan sinarmu di langit yang pekat.
Karena melihatmu, aku belajar, tak selamanya gelap itu buruk.
Tanpa gelap, keindahanmu tak terlihat.

Menyampaikan rasa rindu hati ini melalui sentuhan-sentuhan lembut di wajahku.
Membuatku bersyukur, aku masih memiliki indra perasa.
Membuat hatiku lapang, yakin bahwa semua akan baik-baik saja.
Tuhan tidak pernah tidur, Dia yang menjagaku.
Dengan menitipkanku kepada kalian.

Meyakinkan diriku untuk selalu mendekatkan diri kepada Pencipta kalian dan Pencipta aku.
Kita memiliki pencipta yang sama bukan?
Semoga aku pun bisa memberi manfaat untuk kalian.
Semoga aku pun bisa meyakinkan kalian bahwa kalian akan baik-baik saja.
Sama seperti aku.

Sampai jumpa, kawan.
Sampai kita bertemu lagi.
Aku merindukan kalian.
Tertanda,
aku.

Alhamdulillah akhirnya berhasil punya buku bertuliskan nama saya sebagai penulisnya. Salah satu mimpi saya sejak sy masih di bangku Sekolah Dasar. “Things Your English Books Don’t Tell You” adl buku perdana sy dan teman-teman admin @englishtips4u. Yuk diorder kakak. Untuk pemesanan sebelum tgl 10 juni 2014 ada diskon lhoo :))

View on Path