Kenapa ada yg rajin maksiat, tapi rezekinya lancar?

Dari Uqbah bin Amir, Nabi Muhammad berkata: “Apabila engkau melihat Allah mengaruniakan dunia kepada seseorang hamba sesuai dengan yang ia inginkan, sementara ia tenggelam dalam kemaksiatan, maka ketahuilah itu hanya istidraj darinya.”

Apa itu istidraj?
Istidraj itu Allah membukakan pintu rezeki dan berbagai sumber penghidupan lainnya sampai seseorang terperdaya dan beranggapan diri mereka diatas segalanya.

Al A’raaf: 182: dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, nanti Kami akan menarik mereka dengan berangsur-angsur (ke arah kebinasaan), dengan cara yang tidak mereka ketahui.

Apa yg dimaksud dg menarik mereka dg berangsur-angsur ke arah kebinasaan dg cara yang tidak diketahui?

Ibnu Abbas mengartikan cara yang tidak diketahui adalah dg Allah memberikan kenikmatan yang baru setiap kali seseorang berbuat kemaksiatan, dan kemudian Allah membuat mereka lupa untuk beristigfar dan bersyukur. Jadilah mereka binasa. Seperti Qarun yang memiliki harta dunia namun akhirnya binasa ditelan bumi.

Kelancaran rezeki bukan standar sayangnya Allah kepada seseorang. Bisa jadi kelapangan hidup adalah bentuk azab karena perbuatan maksiat kita dari Allah.

Dan bisa jadi pula musibah, ujian, cobaan itu bukanlah tanda murkanya Allah pada kita. Mungkin itulah salah satu cara Allah menghapuskan dosa dan meninggikan derajat kita.

Penuntut ilmu juga begitu. Jangan mengira dapat nilai bagus dan selalu sukses adalah ukuran kasih sayang Allah kepadanya. Tapi lihatlah, bagaimana shalat berjama’ahnya, bagaimana ketaatan-ketaatannya kepada Allah dan bagaimana usahanya untuk .mengamalkan ilmunya.

Maka berhati-hatilah. Dimanakah posisi kita saat ini?

Kesimpulannya, standar sayang atau marahnya Allah adalah sejauh mana kita mampu taat kepadaNya atau sedalam apa kita tenggelam dalam kemaksiatan.

Semoga kita selalu menjadi orang yg mengingat Allah. Karena hanya itu yang bisa membuat kita taat padaNya dan menjauhi kemaksiatan.

View on Path

Advertisements

Yuk sehatkan badan dengan berbagi! Yuk kita donor darah. Kapan lagi bisa berbuat baik sambil menyehatkan badan.

Sesungguhnya jika kita berbuat baik kepada orang lain, kita berbuat baik untuk diri kita sendiri πŸ™‚ – with Dini, Kartika, Ayu Fajarwati, Ni Wayan, Hanadian Kristi, Shinta, Rani. S , Fitri, Drasos, Qori, Dwi Sekar, Shofa, Jayu, Ditha, Cynthia, Meta, Niken, Elfa Putri, Dewi Aji Setyo, Rizky Utami, sri, Osali, Faizal, Galuh, Fajar, Retno Vivi, Astrid, Silvi, Ince Dian Aprilyani, Nidia, Narsika, Rifky, Ernest, Eka, Febry, Raditya, Gita, and Oktary

View on Path