Copas dari grup sebelah:
๐Ÿ“—โœ๐Ÿ“•โœ๐Ÿ“—โœ๐Ÿ“•โœ๐Ÿ“—โœ๐Ÿ“•

JUDUL :Lembutkan hati dengan mengingat mati

Author : Rini Laskar Cahaya

Umar bin Abdul Aziz berkata, “Seandainya hatiku berhenti mengingat mati meskipun sekejap, pasti rusaklah hatiku ini

Kita sangat dianjurkan mengingat kematian karena itu menjadikan kita semakin tawadhu, tawakal dan menyembuhkan hati yang luka.
Mengingat mati bukan berarti harus menjadikan diri kita lemah, justru dengan kita banyak mengingat mati kita akan jauh lebih semangat menghadapi dunia yg fana ini.

sering kali kita menganggap bahwa kita bisa menjamin besok masih bisa menikmati udara pagi perlu kita ketahui mati tidak harus menunggu Tua
Atau sakit.

Betapa banyak dan sering kita lihat disekitar kita, saudara kita hari ini ceria,semangat dan sehat besoknya sudah tiada.

Abu Darda berkata “Barangsiapa banya mengingat kematian, dia sedikit gembira dan sedikit pula rasa dengkinya.

Jadi, tidak salah jika kita senantiasa mengingat mati. Jangan pernah enggan atau takut mengingat kematian.

Seperti kisah para pemimpin yang sangat fenomenal ia adalah Umar bin Adul Aziz adalah pemimpin yang senantiasa mengingat mati sehingga hari-hari dan waktunya dimanfaatkan dengan optimal
Pada saat itu Umar bin Adul Aziz hendak tidur siang untuk beristirahat. Tiba-tiba anaknya masuk dan berkata, “wahai ayah, mengapa ayah enak-enak tidur padahal banyak hak-hak rakyat yang belum tertunaikan.

Umar pun menjawab, saya lelah sekali. Biar habis dzuhur nanti akan saya lanjutkan. Anaknya pun berkata “Wahai ayah! Apakah ayah bisa menjamin bahwa setelah dzuhur nanti ayah masih hidup?”
Saat mendengar penuturan anaknya yang begitu tulus Umar pun tersentak. Ia pun segera bangkit dan menunaikan hak rakyat yang belum tertunaikan.

Masya Allah, cerita diatas sangat mengetuk pintu hati kita. Banyak pelajaran dan hikma yang dapat kita ambil diantaranya memanfaatkan waktu secara optimal dan jauh dari kelalaian.

“Dan Dialah yang menidurkan kamu dimalam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan disiang hari, kemudian Dia membangunkan kamu pada siang hari untuk disempurnakan umur(mu) yang telah ditentukan, kemudian kepada Allah-lah kamu kembali, Dia memberitahukan kepada kamu apa yang dahulu kamu kerjakan (“Al an-am 60)
Tiada satupun yang luput dari keadilaNya.

Uraian diatas bukan berarti kita tidak boleh beristirahat namun kita harus memanajemen diri kita agar tidak menyesal kemudian hari.

Manfaatkan waktu sebaik-baiknya, istirahat yang cukup namun tidak berlebihan, Tubuh kita juga ada hak yang harus kita tunaikan.

Kita harus manajemen diri kita teratur dalam segala hal. Ingatlah kematian jika hati ini mulai rapuh , kondisi iman mulai menurun.
jangan biarkan hati ini rapuh.

==========================
Twitter: @tahajudberantai

View on Path

Advertisements

“Aku tidak pernah mengkhawatirkan apakah doaku akan dikabulkan,” demikian Umar bin Khattab pernah berkata.

“Sebab setiap kali Allah mengilhamkan hambaNya untuk berdoa, maka dia sedang berkehendak untuk memberi karunia.”

“Yang aku khawatirkan adalah,” lanjut Umar, “jika aku tidak berdoa.”

Tercekat begitu membaca ucapan Umar bin Khattab diatas. Kekhawatiran bukan karena dikabulkan atau tidaknya doa. Tapi yg dikhawatirkan adalah jika Beliau tidak berdoa.

Tidak berdoa. Rasa sombong memenuhi diri hambaNya yg tidak lagi berdoa. Merasa sudah mampu sendiri. Tak perlu lagi bantuan Allah sebagai Maha Pemberi.

Rasa sombong yg membuat batasan antara kita dan Allah. Yang menghalangi diri ini untuk dekat dengan Allah.

Pernahkah kamu mendengar betapa Iblis yang dulu amat dekat dengan Allah di surgaNya dan akhirnya terlempar dari keindahan Surga karena rasa sombongnya?
Sombongnya karena tak mau menerima bahwa dia harus tunduk kepada manusia karena merasa dirinya jauh lebih tinggi ketimbang manusia.
Api dan tanah.

View on Path