#Day 26: Aurat dan Pikiran

Pikiran adalah aurat. Tak semua yang ada di pikiran dapat diucapkan.

Advertisements

#Day 25: Lambat

Hari ini tgl 8 Januari, 2015. Posting pertama saya di tahun 2015. Belum ada resolusi dan evaluasi. Waktu berjalan begitu lambat. Rasanya jarum jam dinding bergerak begitu berat, seolah ada anak gajah yang menungganginya. Lambat. Rasanya semua berjalan begitu lambat.

Hari ini saya sendiri di rumah. Tak biasanya. Orang tua saya keluar kota sejak semalam. Si tengah, bekerja. Si bungsu, sedang menuntut ilmu. Saya, terpaku di depan laptop. Hening. Tak ada suara si Ibu yang biasanya rajin menyebut nama saya. Hari ini terasa lambat, tidak, bukan hari ini saja, tapi sejak hari pertama di tahun yang akan menggenapkan usia saya menjadi seperempat abad.

Pertanda, kurang kesibukan. Tak ada yang dikerjakan. Terlalu banyak diam. Sibuk menatapi jam dinding. Berlambat-lambat. Hey kamu, ayo bergerak. Banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Bukan saatnya lagi diam dan melamun. Bagaimana hidupmu tak terasa lambat jika yang ada di pikiranmu hanya menunggu malam agar segera tiba.

Isi senjatamu. Perjuangan ini belum selesai. Bahkan baru akan dimulai. Cerita yang kelak akan kamu ceritakan ke anak cucumu. Tentu mereka tidak ingin tertidur karena bosan mendengar cerita hidupmu di masa muda yang begitu-begitu saja. Sibuk menatapi waktu.

Sibukkan dirimu segera, isi senjatamu. Buat kisahmu menginspirasi anak cucumu kelak. Kelak. Bukankah Allah tidak menyukai hambaNya yang berlambat-lambat?