#Minggu 35: Resah

Sudah masuk ke-minggu 35. Padahal baru kemarin rasanya saya terdiam di kamar mandi memandangi alat tes kehamilan yang terpaksa saya beli karena dipaksa oleh teman saya.

Kurang dari 4 minggu lagi, saya akan bertemu dengan sosok janin yang sudah 35 minggu ini selalu menemani saya kemana-mana. Rasanya? Tidak sabar namun takut. Ingin cepat-cepat bertemu, namun resah. Bagaimana saya harus menyapanya saat pertama kali kami bertemu nanti? Mungkin hal pertama yang akan terjadi, saya akan tersenyum lalu menangis.

Baru tahu saya rasanya hamil. Begitu penuh kelucuan, kebahagiaan, kesakitan, kepayahan, kemanjaan. Betul kata teman saya, PMS wanita belum ada apa-apanya dibandingkan dengan hormon wanita yang sedang hamil. Bersabarlah wahai Suami, semua akan selesai saat istrimu melahirkan. Eh, tunggulah sampai istrimu merasakan baby’s blue.

Di Minggu 35 ini, semakin kepayahan untuk berjalan, untuk sekedar bergerak untuk pindah posisi tidur, untuk duduk berlama-lama, untuk melakukan pekerjaan rumah, untuk berjalan-jalan mengunjungi kamar mandi di tengah malam, untuk bersujud. Satu hal yang akhirnya membuat Ibu tersadar, itulah alasan mengapa Allah memuliakan seorang Ibu. Hanya Ibu yang kuat dan sanggup untuk merasakan semua itu disaat hamil. Tapi setiap gerakanmu–yang semakin lama semakin keras–menguatkan Ibu, sayang. Kita akan bertemu segera.

Kamar sudah dipenuhi dengan semua barang-barang mini untuk si Janin yang sedang menanti untuk segera keluar bertemu dengan orang-orang yang menyayanginya bahkan sebelum dia keluar dari rahim Ibunya. Rasanya menyenangkan, melihat semua barang-barang yang begitu kecil saat digenggam. Senyum tanpa henti saat saya mencuci barang-barang tersebut, rasanya tidak sabar ingin segera memakaikan itu semua di tubuh mungilnya.

Tunggulah sayang, sampai kita bertemu nanti ya. Puas-puaskanlah dulu di dalam sana. Tendang atau sikutlah Ibu jika Ibu terlalu asik melakukan hal yang membuat Ibu lupa untuk menyapa dan mengelusmu. Balaslah saat Ayah mengelus dan mencium perut Ibu saat mengucap salam padamu. Karena nanti, saat kamu sudah keluar dari rahim Ibu, tak bisa lagi Ibu merasakan tinjuan dan tendanganmu.

Baik-baik ya di dalam. Ibu pun akan baik-baik menjagamu sampai waktunya nanti kita bertemu πŸ™‚

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s