Lebaran ke Kidzoona, Aeon JGC!

Tahun ini kami kembali merayakan Idulfitri di Jakarta seperti tahun lalu. Seperti biasa, lebaran kami dihabiskan dengan mengunjungi rumah saudara-saudara, makan opor dan ketupat, bagi-bagi receh ke keponakan-keponakan yang ketemunya kadang cuma setahun sekali. Hmm, budaya ini harus diganti sepertinya biar kami saling mengenal sesama saudara.

Runi sih senang banget diajak pergi keliling ke rumah saudara karena anaknya emang pada dasarnya suka banget main keluar rumah. Diajak ke minimarket andalan saja sudah girang banget anaknya. Receh anaknya mah. Persis ibunya.

Kegiatan keliling ke rumah saudara biasanya hanya sampai di H+3 saja karena kebanyakan saudara-saudara kami yang mudik. Jadi setelah H+3 itu ya kami hanya diam saja di rumah sampai pada akhirnya Runi minta pergi ke playground. Sudah punya uang banyak katanya, sambil menenteng tas berisi uang dari bude, tante, mbah-mbah dan tetangga.

Akhirnya kami memutuskan untuk (perdana) pergi ke Aeon Jakarta Garden City yang sebenarnya sudah nge-hype sejak berbulan-bulan lalu tapi kami belum sempat untuk ke sana. Maklumlah, kami bukan anak mall, jadi baru kali ini kami main ke sana.

Kenapa Aeon? Karena di sana ada Kidzoona dan Fanpekka. Kami ingin mencoba playground di sana karena tampaknya Runi sudah mulai bosan dengan Kidzilla yang ada di MOI.

Begitu sampai di Aeon, kami makan dulu karena sudah waktunya makan siang dan setelah makan baru kami ke Kidzoona yang ada di lantai 2 mall tersebut. Kami memilih Kidzoona karena setelah kami bandingkan, untuk Fanpekka terlalu besar dan sepertinya Runi belum berani untuk mencoba semua wahana yang ada di sana.

HTM Kidzoona

Untuk HTM Kidzoona dibagi menjadi dua:

  1. Bermain seharian
  2. Bermain 1 jam

Untuk weekdays:

  1. Bermain seharian 90k IDR (anak+pendamping)
  2. Bermain 1 jam 60k IDR (anak+ pendamping)

Untuk weekend:

  1. Bermain seharian 150k IDR (anak+pendamping)
  2. Bermain 1 jam 90k IDR (anak+ pendamping)

Tapiii ya tapiii.. ternyata begitu mau beli tiket di Kidzoona, harga tiket yang berlaku saat itu adalah harga tiket weekend karena saat itu bertepatan dengan libur lebaran dan libur anak sekolah. Ibu langsung sedih karena harus membayar 150k IDR (untuk anak + pendamping) dan 30k IDR untuk pendamping tambahan. Padahal sengaja datang ke sana di Hari Senin pas Ayahnya libur kerja. Kalau tahu begitu mah mending ke Fanpekka saja yang hanya 115k IDR di aplikasi Traveloka. Tapi ya sudahlah, sudah terlanjur. Saya akhirnya bayar sambil sedikit misuh-misuh dalam hati T_T.

Apa Saja Fasilitasnya?

Kesan pertama begitu masuk ke Kidzoona, tempatnya lebih besar dari Kidzilla dan lebih banyak tempat bermainnya. Lah iya, wong harganya hampir 2x lipat dari Kidzilla. Fasilitasnya cukup banyak, saat membeli tiket masuk, kami langsung diberikan kunci loker untuk menyimpan tas dan sepatu. Bedanya dengan Kidzilla, kalau di Kidzoona kami tidak perlu meninggalkan KTP untuk menggunakan loker.

Selain itu, ada tempat duduk untuk orangtua menunggu, namun untuk orangtua yang ingin menunggu anaknya bermain harus membeli tiket juga, karena untuk tempat duduknya ada di dalam arena bermain. Sedangkan di Kidzilla, disediakan bangku untuk duduk di luar arena bermain dan orangtua atau yang menunggu anak tidak perlu membeli tiket pendamping.

Di dalam Kidzoona ada ruang bermain untuk anak usia 0-18 bulan, jadi tidak perlu takut anak bayinya kesenggol anak yang usianya lebih besar karena disediakan ruang bermain sendiri. Di dalam arena bermain anak usia 0-18 bulan tersebut juga ada ruang laktasi dan ruang ganti popok anak, jadi Kidzoona ini sangat menguntungkan bagi ibu yang memiliki anak yang masih menyusu dan memakai popok. Nilai plus lah.

Gimana Arena Bermainnya?

Untuk arena bermainnya ada banyak dan menurut saya, anak gak akan puas kalau main hanya 1 jam saja, makanya kami beli untuk tiket seharian. Yah walau pun kami hanya main 3 jam saja di sana sih.

  1. Kolam Bola

Layaknya arena kolam bola pada umumnya, ada perosotan, terowongan dan area wall climbing untuk naik ke perosotan. Berhubung Runi ini agak kurang suka dengan perosotan, dia akhirnya cuma bolak-balik berenang sambil mandi bola tanpa mencicipi perosotannya sih,

20190610_145601.jpg

2. Mesin Karaoke

Ini mah kesukaan Ibunya. Ada mesin karaoke di Kidzoona dan Runi berhasil nyanyi 3 lagu sih sampai akhirnya bosan dan pindah ke tempat bermain yang lain. Untuk penggunaannya mudah, tapi agak kurang diminati. Mungkin karena anak-anaknya malu kali ya.

20190610_145214.jpg

3. Pasir Kinetik

Di sini juga ada arena bermain pasir kinetik. Tempatnya lumayan bersih, yah walau pun ada beberapa pasir berserakan sih di bawah. Tapi permainan ini cukup bersih karena menggunakan pasir kinetik jadi anak gak kotor setelah main di sini.

20190610_145206.jpg

4. Perosotan Angin

Nah ini jadi kesukaan Runi sama Ayahnya karena perosotannya tinggi dan besar. Selain itu bisa loncat-loncatan di sini walau pun gak bisa terlalu tinggi sih.

20190610_145319.jpg

5. Toy Corner

Arena ini paling sepi, padahal mainannya bagus loh. Ada mainan rumah-rumahan, jalur bermain mobil-mobilan dan mainan untuk stimulasi motorik kasar dan halus.

6. Kota

Nah kalau ini tempat kesukaan Runi karena ada banyak arena untuk pretend play seperti sushi bar, burger shop, ice cream shop, post office, supermarket dan yang jadi kesukaan Runi adalah mobil pemadam kebakaran. Seru! Ini arena di mana Ibu bisa leyeh-leyeh sementara anaknya sibuk main di berbagai toko yang ada di kota Kidzoona.

Ada apa lagi?

Serunya di Kidzoona, setiap 1 jam sekali ada kegiatan gitu. Kemarin Runi di pkl 15.00 ada acara kenalan sama maskotnya Kidzoona dan foto bareng-bareng plus foto sendirian. Ini seru banget untuk melatih anak baris rapi dan antri.

Pkl 16.00 ada kegiatan gambar bersama dan di sini anak-anak diajari untuk saling berbagi dan bergantian menggunakan crayon yang jumlahnya terbatas.

Pkl 17.00 ada kegiatan dancing chair kata ayahnya, karena saat kegiatan ini saya sedang pergi keluar sebentar.

Seluruh kegiatan ini diadakan di lokasi tempat Cyber Wheel.

Kelebihan:

  • Arena bermain banyak dan cukup bersih
  • Ada ruang laktasi dan ruang ganti popok
  • Ada kegiatan tambahan diluar arena bermain setiap jam
  • Petugasnya ramah dan sigap

Kekurangan:

  • Tempat tunggu orangtua ada di dalam arena bermain jadi harus beli tiket juga
  • Tidak ada tempat untuk makan atau minum
  • Ada beberapa tempat saklar yang tidak ditutup dan cukup berbahaya untuk anak-anak
  • Untuk menuju lokasi, kami melewati area mainan anak-anak dan ini membuat Runi sedikit ngambek karena ada mainan yang dia taksir. Gawat ini.

Overall, Runi suka sekali dengan Kidzoona ini karena lebih banyak arena bermainnya dan kegiatannya. Mungkin kami akan kembali ke sana karena lokasinya yang cukup dekat dengan rumah dan harganya yang cukup terjangkau jika dibandingkan dengan playground lainnya.

Oh iya, jangan lupa untuk memakai kaos kaki ya untuk anak dan pendamping. Lumayan kalau harus beli kaos kaki di sana: 20k IDR. Selain itu, lokasi Kidzoona melewati toko mainan dan ini adalah ujian bagi anak-anak. Jadi saran saya, bagi Ibu-Ibu sebelum ke Kidzoona bisa didiplomasikan ke anak sebelumnya agar jangan sampai anak ngambek minta mainan sebelum pulang *curhat.

3 thoughts on “Lebaran ke Kidzoona, Aeon JGC!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s