Persiapan Runi Menjadi Kakak!

WhatsApp Image 2019-09-14 at 1.12.47 PM (1)

Kali kedua diberikan kejutan oleh dua garis merah (bukan biru kayak yang di film ya). Akhirnya Allah memberikan jawaban atas doa Runi setiap malam. Sejak akhir tahun 2018, setiap malam Runi punya doa yang selalu konsisten dia minta sebelum tidur “Ya Allah, Runi mau punya dedek. Aamiin.”

Bagaimana rasanya? Sama persis saat melihat dua garis merah 4 tahun 1 bulan yang lalu. Rasa kaget, bahagia, gak percaya, bercampur aduk. Apalagi kehamilan yang kali ini termasuk yang belum direncanakan karena rencananya baru tahun depan mau program dedek buat Runi. Ya kadang hidup memang begitu, manusia berencana, Allah yang menentukan. Jadi, hey dedek! Sampai ketemu di awal tahun 2020 ya 🙂

Orang pertama yang kegirangan saat tahu saya hamil itu: Runi. Saat saya beritahu kalau saat ini di perut saya sudah ada janin yang akan jadi adiknya, dia melompat kegirangan. Mulutnya tidak berhenti bicara untuk mengumumkan ke setiap orang yang bertemu dengan dia jika dia akan menjadi seorang kakak dan di detik itu juga dia mulai mengganti namanya menjadi: kakak.

Satu hal yang langsung menjadi perhatian saya dan suami: bagaimana menyiapkan Runi untuk menjadi seorang kakak yang berarti kasih sayang kami tidak lagi hanya berfokus ke Runi, tapi juga ke adiknya kelak. Hmmm.

Apa saja persiapan untuk Runi yang akan menjadi kakak?

Pertama, kami langsung memberitahu Runi jika saya sedang hamil dan dia akan menjadi seorang kakak.
Kami ceritakan bahwa dulu saya juga hamil Runi dan bagaimana dia saat dia bayi dan akhirnya bertumbuh menjadi lebih besar. Bagaimana Runi suka sekali digendong, dicium dan diperhatikan, begitu juga dengan adiknya nanti.

Kami juga selalu mengajak Runi saat periksa kehamilan, agar dia bisa melihat bagaimana perkembangan calon adiknya di dalam rahim saya dan ini menjadi satu hal yang paling disukai Runi: moment bertemu dengan calon adiknya. Sebisa mungkin kami selalu melibatkan Runi untuk hal-hal yang berkaitan dengan calon adiknya dengan harapan rasa sayang akan tumbuh sampai nanti adiknya lahir.

Kedua, mendekatkan Runi dengan si Ayah
Hal ini kami lakukan agar Runi bisa lebih dekat dengan Ayahnya dan Ayah pun bisa ikut memberikan pengertian ke Runi bahwa dia akan menjadi seorang Kakak.

Pendekatan ini juga agar nantinya Runi tidak melulu lengket ke Ibunya saat nanti sudah memiliki anak karena sudah terbiasa dengan ayahnya. Jadi dia tidak akan terlalu kaget dengan kehadiran adiknya nanti dan merasa kasih sayang Ibunya berkurang.

Alhamdulillah di usia kehamilan yang memasuki minggu ke-22 ini Runi sudah mulai siap untuk menerima kehadiran adiknya. Kok bisa tahu dia siap? Dia mulai sounding bahwa nanti sebagian mainannya akan diberikan ke adiknya, setiap dia mau mandi pakai bak mandi dia saat bayi (dia sekarang bilang bak mandi itu punya dedek)- dia selalu mengelus perut saya dan izin “Dek, kakak pinjam bak mandinya ya.”, dan setiap melihat perlengkapan bayi, dia selalu bilang ini nanti buat dedek.

Tapi ada beberapa perubahan dari Runi yang saya rasakan saat dia tahu kalau dia akan punya adik dan itu terlihat jelas sekali. Pertama, dia mulai bicara dengan bahasa yang kami sebut bahasa bayi dan sengaja bicara dengan dicadel-cadelin. Kalau dari berbagai sumber yang saya baca, ini salah satu cara anak untuk mencari perhatian orang tuanya. Jadi yang bisa kami lakukan adalah selalu membenarkan cara bicara Runi dan menjelaskan bahwa kami tidak bisa mengerti maksud ucapan Runi jika dia bicara seperti itu,

Yang kedua, Runi jadi super duper lengket sama saya. Duh, yang biasanya dia anteng-anteng saja kalau ditinggal masak atau ke kamar mandi, sekarang? Kalau bangun tidur dan tidak ada saya di sampingnya, dia akan menangis dan mencari saya. Saya harus hadir selalu di sampingnya. Biasanya dia mau sama Utinya, sekarang semua harus serba ibu. Mulai dari bangun tidur, mandi, makan, jajan, minum susu, sampai tidur pun harus Ibu. Andai Ibu bisa dibelah dua kan yee, jadi bisa ngerjain yang lain.

Tapi gak apa-apa, mungkin ini termasuk proses penerimaan untuk Runi. Bagaimana nanti dia akan menjadi kakak dan bukan satu-satunya buah hati kami. Kami mulai memberikan pengertian bagaimana nanti jika adiknya sudah lahir. Bagaimana nantinya kakak dan adik harus saling menyayangi dan melindungi. Salah satunya dengan memberikan gambaran bagaimana kehidupan kakak beradik melalui film. Kami mengenalkan series Nusa Rara dan juga Jamal Laeli agar Runi tidak kaget nantinya saat adiknya lahir. Alhamdulillah sedikit banyak dia mulai mengerti.

Jadi gak sabar menunggu awal tahun 2020 untuk kedatangan anggota baru di keluarga kecil kami. Kan katanya the more, the merrier! Ada yang sedang menunggu kedatangan anggota baru juga kah? Yuk, berbagi!

 

One thought on “Persiapan Runi Menjadi Kakak!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s